Translate

Sabtu, 13 Desember 2014

Belajar Agama Islam



Bagian I
AQIDAH

I.               Rukun Iman
Rukun iman ada 6 (enam), yaitu iman kepada Allah, iman kepada para malaikat Allah, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada rasul-rasul Allah, iman kepada hari akhir, dan iman kepada qadha’ dan qadar Allah.
A.      Iman Kepada Allah
Rukun iman yang pertama adalah iman kepada Allah. Iman artinya percaya. Iman Kepada Allah artinya yaqin dan percaya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah.
Rasulullah SAW bersabda;
AL IIMAANU ANTU’MINA BILLAAHI WAMALAIKATIHI WAKUTUBIHI WARUSULIHI WAL YAUMIL AAKHIRI WATU’MINA BILQODRI KHOERIHI WASYARRIHI.
Artinya :
Iman itu ialah percaya kepada Allah; kepada malaikat-malaikat Allah; kitab-kitab-Nya; Rasul-rasul-Nya; hari akhir; dan percaya pada takdir Allah yang baik maupun yang buruk” (H.R. Muslim)
1.       Sifat Wajib Bagi Allah
Sifat-sifat wajib bagi Allah ada 20, yaitu;
1)      Wujud artinya ada
2)      Qidam artinya dahulu
3)      Baqa’ artinya kekal
4)      Mukhaalaafatu lil Hawadiitsi artinya berbeda dengan makhluknya
5)      Qiyaamuhu binafsihi artinya berdiri sendiri
6)      Wahdaniyah artinya Maha Esa
7)      Qudrat artinya berkuasa
8)      Iradat artinya berkehendak
9)      ‘Ilmu artinyamengetahui
10)   Hayat artinya hidup
11)   Sama’ artinya mendengar
12)   Bashar artinya melihat
13)   Kalam artinya berfirman
14)   Qadiran artinya Yang Maha Kuasa
15)   Muridan artinya Yang Maha Berkehendak
16)   ‘Aliman artinya Yang Maha Mengetahui
17)   Hayyan artinya Yang Maha Hidup
18)   Sami’an artinya Yang Maha Mendengar
19)   Bashiran artinya Yang Maha Melihat
20)   Mutakalliman artinya Yang Maha Berfirman
2.       Sifat Mustahil Bagi Allah
Mustahil artinya tidak dapat dibenarkan oleh akal, atau sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Sifat mustahil bagi Allah adalah segala sifat yang berlawanan dengan sifat-sifat wajib bagi Allah, yaitu;
1)      Adam artinya mustahil Allah tidak ada
2)      Huduts artinya mustahil Allah baru
3)      Fana’ artinya mustahil Allah rusak
4)      Mumatsalalihawadits artinya mustahil Allah menyerupai makhluk
5)      Ihtiyajlighairihi artinya mustahil Allah membutuhkan kepada lain-Nya
6)      Ta’addud artinya mustahil Allah lebih dari satu
7)      Ajzun artinya mustahil Allah lemah
8)      Karahatun artinya mustahil Allah terpaksa
9)      Jahlun artinya mustahil Allah bodoh
10)   Mautun artinya mustahil Allah mati
11)   Shummun artinya mustahil Allah tuli
12)   ‘Umyun artinya mustahil Allah buta
13)   Bukmun artinya mustahil Allah bisu
14)   ‘Ajizan artinya mustahil Allah yang lemah
15)   Mukrahan artinya mustahil Allah yang dipaksa
16)   Jahilan artinya mustahil Allah yang bodoh
17)   Mayyitan artinya mustahil Allah yang mati
18)   Ashamman artinya mustahil Allah yang tulia
19)   A’maa artinya mustahil Allah yang buta
20)   Abkama artinya mustahil Allah yang bisu
3.       Sifat Jaiz Bagi Allah
Jaiz artinya boleh. Sifat jaiz bagi Allah hanya satu, yaitu jaiz bagi Allah berbuat sesuatu atau meninggalkannya. Firman Allah, yang artinya "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih-Nya" (QS. Al-Qashash:68).

Iman kepada Allah memiliki tujuan sebagai berikut;
1. Meyakini keesaan Allah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah
2. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
3. Menyandarkan diri dan memohon hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa
4. Mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larang-larangan-Nya
5. Agar mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat
6. Percaya pada yang Ghaib.
Bersambung...

Selasa, 29 April 2014

Bahasa Jawa


Asalamu'alaikum wr. wb.
Sudah lama sekali tidak menulis dan memposting apapun, kali ini saya akan memposting tulisan yang berkaitan dengan pelajaran bahasa Jawa. Mengingat bahasa Jawa sebagai bahasa daerah sekarang ini sudah mulai asing dan jarang digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari oleh kalangan anak muda di jawa. Telinga kita seperti terkaget-kaget dan asing ketika mendengar orang berkomunikasi dengan bahasa Jawa, padahal kita sendiri adalah orang Jawa tulen. Barangkali dengan postingan ini bisa memberikan sedikit pencerahan atau minimal bisa memberikan sumbangan pengetahuan bagi generasi muda khususnya generasi muda suku Jawa, bahwa bahasa ibu kita adalah bahasa Jawa, yang wajib kita jaga klestariannya. 
Saya sengaja menulis dengan menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia, agar lebih bisa dipahami oleh anak-anak yang pada jaman sekarang ini sudah kurang familier dengan bahasa ibu mereka, atau barangkali ada pembaca yang bisa jadi keturunan Jawa tetapi belum pernah mendengar sama sekali bahasa Jawa karena lahir di luar Jawa. Oya, saya adalah orang Jawa keturunan Banyumas, jadi apabila dalam postingan yang insya Allah akan bersambung beberapa bagian ini terdapat dialek yang berbeda makna dengan dialek Jawa wilayah lain, harap dimaklumi.
Okey, kita mulai dengan pengetahuan yang pertama...


A. Tembung 
"Tembung" atau dalam bahasa Indonesia disebut Kata terjadi dari "wanda" (suku kata). Wanda sendiri terbentuk dari "aksara" (huruf). Tembung digunakan untuk menyusun ukara (kalimat)
Menurut golongannya tembung ada 10 macam;
1.     Tembung Aran (Kata Benda), contohnya; watu, meja, kursi, banyu, lemari, montor, dsb.
2.     Tembung Kriya (kata Kerja), contohnya; mangan, nulis, turu, adus, lunga, mlayu, nyapu, nembang, dll
3.     Tembung Ganti (Kata Ganti), contohnya; aku, kowe, slirane, deweke, bapak, ibu, simbah, adik, ku, mu, dll
4.     Tembung Wilangan (Kata Bilangan), contonhnya; siji, loro, telu, enem, wolulas, rongpuluh, selawe, akeh, sithik, setengah, seprapat, dsb.
5.     Tembung Sipat (Kata Sifat), contonya; becik, bagus, elek, ayu, lemu, kuru, seneng, susah, kesed, sregep, dsb.
6.     Tembung Katrangan (Kata Keterangan), contohnya; wetan, kulon, esuk, sore, ngisor, ndhuwur, dsb.
7.     Tembung Pangguwuh (Kata Seru), contohnya; aduh, ah, eh, wah, lho, tulung, dsb.
8.     Tembung Sandangan (Kata Sandang), contohnya; Si, Sang, Hyang, Raden, Ki, Kyai, dsb.
9.     Tembung Panyambung (Kata sambung), contohnya; lan, sarta, wusana, mulane, dsb
10. Tembung Pangarep (Kata Depan), contohnya; ing, sing, saka, menyang

B. Wernane Tembung (Macam-macam Tembung/Kalimat)

Tembung terbagi menjadi dua macam yaitu tembung lingga dan tembung andahan

1. Tembung Lingga (Kata Dasar)
Tembung lingga adalah tembung/kata yang masih asli belum berubah. 
Contonhnya; 
Tembung/kata yang terdiri atas 1 wanda (suku kata)
dom,  bak, bor, bis, gas, rak, rok, dsb

Tembung/kata yang terdiri atas 2 wanda (suku kata)
adol, alus, buri, calung, dokar, eber, laku, dsb

Tembung yang terdiri atas 3 wanda (suku kata)
segara, gamelan, gorengan, dsb

                           2.   Tembung Andahan (Kata Jadian)
Tembung/kata yang sudah berubah dari bentuk aslinya.
Contohnya; mlaku, mlayu, daktuku, koampil, tulisane, omahe, pututure, dsb.
Jadi tembung andahan itu adalah tembung lingga yang sudah mendapatkan tambahan, baik itu ater-aterpanambang, atau seselan. Bisa juga tembung andahan itu terbentuk dari tembung rangkep (kata ulang) atau tembung camboran (kata majemuk)


BERSAMBUNG……..

Selasa, 24 Desember 2013

Menulis Posting di Wordpress

Setelah membuat blog Anda harus mengisi blog tersebut dengan tulisan bukan? Saya yakin jika Anda baru bergabung akan sedikit kesulitan untuk membuat postingan pertama Anda. (belajar dari pengalaman-ku) :-D
Melakukan posting atau mempublikasikan artikel merupakan hal yang paling utama dalam proses ngeblog. Menguasai seluk-beluk yang berhubungan dengan proses posting adalah wajib, sebab pengetahuan yang kurang bisa terjadi salah komunikasi antara anda dengan pembaca.
Okey. Mari kita simak langkah-langkah mempublikasikan artikel di wordpress.com berikut dengan gambarnya :
Masuk ke Menu yang ada disamping kiri Anda arahkan mouse ke Menu Tulisan lalu Tambahkan Baru (lihat gambar 1) atau bisa juga dengan cara ke-2 (lihat gambar 2)
Setelah itu akan muncul halaman dimana Anda akan menulis, seperti yang terlihat pada gambar berikut :
Sekarang anda dapat menulis artikel disini, tulislah judul dan isi artikel ditempat yang telah ditentukan, Pastikan berada pada mode Visual dan mulailah menulis.
Cara Menambah Tag/kata-kunci
Kita dapat menambahkan Tag sesuai dengan artikel yang telah kita buat, namun ini sifatnya optional atau tidak wajib (tag sama fungsinya dengan kategori).
caranya adalah sebagai berikut :
Tulis Tag/kata-kunci yang ingin anda buat pada kolom yang tersedia di menu Tag, jika anda ingin menulis Tag lebih dari satu, pisahkan Tag dengan tanda koma (,) setelah selesai lalu klik tombol Tambah ;
  • Jika anda ingin membatalkan Tag yang telah dibuat klik tanda silang (x) disamping Tag tersebut.
  • Jika anda ingin memilih Tag yang sudah pernah anda buat, klik Pilih dari tag yang paling sering digunakan.
Cara Menambah Kategori
Kita juga dapat memilih kategori yang sesuai dengan artikel yang telah kita buat, caranya dengan memberi tanda contreng () pada kotak kategori yang sesuai, jika kita sudah pernah membuat kategori ;
  • Jika belum memiliki kategori atau kita ingin menambahkan kategori yang baru agar sesuai dengan artikel yang dibuat, kita dapat menambahkannya dengan cara meng-klik + Tambah Kategori Baru.
Cara Menerbitkan/Mempublikasikan Artikel
Jika kita telah selesai menulis artikel, maka untuk menerbitkan/ mempublikasikan artikel agar dapat terlihat di halaman depan website, caranya dengan meng-klik tombol Terbitkan pada menu publish/terbitkan di sebelah kanan. Namun apabila kita ingin menyimpannya sementara sebagai Konsep kita dapat menekan tombol Simpan Konsep.
  • Jika anda ingin mengatur penerbitan artikel, klik Sunting disamping tulisan Terbitkan, kemudian kita dapat mengubah tanggal dan jam berapa artikel itu akan kita terbitkan.
  • jika  ingin artikel yang anda tulis memiliki password tujuannya adalah agar artikel yang anda buat hanya bisa dibaca oleh orang-orang tertentu saja. Caranya, klik  Sunting yang berada disamping tulisan Kenampakan, kemudian pilih Dilindungi Kata Sandi, lalu tulis Kata Sandi di text area yang tersedia, terakhir oke
  • Sebelum diterbitkan biasakan untuk melihat Preview atau pratampil sebelum anda benar-benar yakin untuk mempublikasikan artikel. Preview adalah tampilan artikel anda sebelum benar-benar dipublikasikan, klik saja tombol Preview untuk melakukannya.
  • Untuk menu lainnya seperti Coments and Pings anda bisa mensetting apakah artikel yang anda tulis tersebut mengijinkan pengunjung untuk memberikan komentar atau tidak. Sedangkan fasilitas-fasilitas yang lainya adalah tambahan yang berkenaan dengan link back atau tampilan dari artikel anda.
(Sumber:http://karyapribadiku.wordpress.com/2012/05/07/cara-menulis-dan-mempublikasikan-artikel-di-wordpress/)

Reposting>: Cara Mengatasi Lupa Pasword Login Dashboard Wordpress

Saya lupa password untuk login ke Dashboard (WP-Admin) dari blog WordPress saya!
Waduh gimana nih?
Tenang, ada solusi yang sangat mudah agar teman-teman bisa login kembali. :)
Caranya:
  1. Silahkan kunjungi alamat login WP-Admin.
    Alamat login adalah alamat blog lalu tambahkan /wp-admin/
    Misalnya: www.semutkecil.com/wp-admin/
    Lalu klik “Lost your password?
    Klik Lost Your Password

  2. Masukkan username atau alamat email, kemudian klik “Get New Password“.
    Masukkan Username Atau Alamat Email
  3. Email untuk reset password telah terkirim. Silahkan periksa alamat email teman-teman.
    Email Reset Password Telah Terkirim
  4. Akan ada email kurang lebih seperti dibawah ini:
    Subject: [Semut Kecil] Password Reset
    Date: Thu, 5 Sep 2013
    From: WordPress
    Someone requested that the password be reset for the following account:
    http://www.semutkecil.com/
    Username: semutkecil
    If this was a mistake, just ignore this email and nothing will happen.
    To reset your password, visit the following address:
    http://www.semutkecil.com/wp-login.php?kode-kode-disini
    Silahkan klik pada link yang diberikan untuk melakukan reset password.
  5. Masukkan password baru sebanyak dua kali, yaitu pada isian “New password” dan “Confirm new password“.
    Setelah itu klik “Reset Password“.
    Masukkan Password Dua Kali Lalu Klik Reset Password
  6. Sukses.
    Lalu silahkan klik “Log in” untuk login ke Dashboard (WP-Admin).
    Sukses Password Sudah Ganti

(Sumber: www.semutkecil.com)

Jumat, 13 Desember 2013

Apakah shalat tidak sah jika imam bacaannya pelan?



1. Imam dianjurkan membaca al-fatihah dan surat setelahnya dengan keras pada dua rakaat pertama shalat maghrib, dua rakaat pertama shalat isya, dan shalat subuh. Demikian pula ketika shalat jumat, shalat id, istisqa, dan shalat gerhana. (HR. Bukhari). Selain shalat di atas, bacaan Al-Fatihah dan surat dibaca pelan.

2. Mengeraskan dan memelankan bacaan dalam shalat hukumnya sunah dan tidak wajib. Karena itu, jika ada orang yang mengimami shalat isya, tapi bacaannya pelan, shalatnya tetap sah, dan makmum tidak perlu membubarkan diri.

3. Untuk shalat malam, terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeraskan dan terkadang memelankan bacaan. Kadang beliau mengeraskan bacaan surat ketika tahajud sampai didengar orang yang berada di luar rumah beliau. (HR. An-Nasai dan turmudzi)

4. Beliau pernah memerintahkan Abu Bakar untuk menaikkan suara bacaannya ketika shalat malam karena terlalu pelan. Sementara beliau memerintahkan Umar untuk memelankan suara bacaannya ketika shalat malam karena terlalu keras. (HR. Abu Daud, Hakim dan dishahihkan Ad-Dzahabi).

5. Orang yang melakukan shalat wajib sendirian, disyariatkan memelankan bacaan, meskipun shalat yang dilakukan adalah shalat maghrib atau isya.

6. Jika imam mengeraskan bacaannya, seperti ketika shalat subuh atau dua rakaat pertama shalat maghrib dan isya maka makmum cukup diam untuk mendengarkan bacaan imam. Makmum tidak membaca apapun, termasuk Al-Fatihah. Sekali lagi, ini jika imam mengeraskan bacaannya dan makmum mendengar bacaan imam. Dalilnya:

a. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنما جعل الإمام ليؤتم به فإذا كبر فكبروا وإذا قرأ فأنصتوا

Imam ditunjuk untuk diikuti. Jika dia bertakbir maka bertakbirlah, dan jika dia mengeraskan bacaannya maka diamlah. (HR. Muslim, Abu Daud dan yang lainnya)

b. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

من كان له إمام فقراءة الإمام له قراءة

Siapa yang shalat bersama imam, maka bacaan imam (yang dikeraskan) adalah bacaan baginya. (HR. Ahmad, Ad-Daruqutni, Ibn Abi Syaibah dan dishahihkan Al-Albani)

c. Dinyatakan dalam sebuah riwayat, bahwa suatu ketika selesai shalat subuh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Adakah tadi yang membaca Al-Quran?” “Ya, Saya wahai Rasulullah.” Jawab salah satu sahabat. Abu Hurairah mengatakan: Setelah itu para sahabat tidak lagi membaca Al-Quran ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al-Fatihah dengan keras. (HR. Malik, Ahmad, Abu Daud, Al-Humaidi, dan dishahihkan Al-Albani)

d. Tujuan dianjurkannya mengeraskan bacaan bagi imam adalah agar didengar makmum. Tujuan ini tidak tercapai jika masing-masing makmum turut membaca al-Fatihah atau surat.

4. Membaca Al-Quran, baik ketika shalat atau di luar shalat, harus dilakukan dengan tartil. Sesuai dengan ilmu tajwid. Berhenti di setiap ayat. Memperhatikan kaidah waqaf. Allah berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Bacalah Al-Quran dengan tartil.” (QS. Al-Muzammil: 4)

Ibnu katsir mengatakan: Maknanya adalah bacalah Al-Quran secara perlahan, karena itu akan sangat membantu memahami maknanya. (Tafsir Ibn Katsir, 8/250)

8. Jika imam mengalami kesalahan dalam bacaan, karena rusaknya hafalan atau kesalahan cara membaca maka makmum yang berada di sekitarnya harus mengingatkan. Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah lupa ketika membaca Al-Quran pada saat shalat. Seusai shalat, beliau bertanya kepada Ubay bin Ka’ab (sahabat yang pandai Al-Quran): “Mengapa engkau tidak mengingatkan aku?” (HR. Abu Daud, Ibn Hibban, At-Thabrani dan dishahihkan Al-Albani).
Kesalahan terkait pelan dan kerasnya bacaan

1. Menggunakan speaker luar ketika mengimami shalat. Ini bisa jadi termasuk tindakan berlebihan, karena yang perlu mendengar suara imam hanya makmum yang berada di masjid, dan bukan semua orang.

2. suara imam yang terlalu pelan, padahal imam masih mampu untuk mengeraskan suaranya, sehingga banyak makmum tidak mendengarnya.

3. makmum mengeraskan bacaan ketika membaca al-fatihah atau surat, sehingga mengganggu makmum yang lain atau bahkan mengganggu imam.

4. membaca Al-Quran terlalu cepat, sampai terkadang membuat huruf-hurufnya gandeng.
Sumber : http://carasholat.com/bacaan-sholat-mengeraskan-dan-memelankan-suara-dalam-sholat/